Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

13 Juni 2026

Babinsa Koramil Parigi Turun Tangan Bantu Warga Bangun Jembatan di Parigi Selatan

 


PARIGI MOUTONG - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bergerak cepat membantu warga mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Bersama masyarakat Desa Nambaru, Babinsa bahu-membahu merakit besi untuk dudukan papan yang akan menjadi landasan utama jembatan baru, Sabtu (13/6/2026).

 

Proses perakitan besi jembatan yang terletak di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong ini dilakukan dengan penuh gotong royong. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena merupakan jalur vital bagi mobilitas dan perekonomian warga setempat.

 

Babinsa tutun langsung di lapangan menjelaskan bahwa percepatan ini dilakukan agar jembatan bisa segera digunakan oleh masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil bumi.

 

"Hari ini kita fokus pada perakitan besi untuk dudukan papan jalan jembatan. Kami kejar target agar proses pemasangan bantalan kayu nantinya bisa berjalan lancar tanpa kendala teknis," ujar sang Babinsa.

 

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan turun langsung, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan dan cepat selesai.

 

"Jembatan ini adalah urat nadi warga di sini. Kalau aksesnya bagus, ekonomi desa pasti berputar lebih cepat. Oleh karena itu, kami bersama warga berkomitmen menyelesaikan ini secepat mungkin dengan tetap menjaga kualitas bangunan," tuturnya.

Ketika Makoramil Palu Barat 'Disulap' Jadi Stadion Piala Dunia 2026 oleh Babinsa dan Warga

 


PALU - Semangat nasionalisme dan kebersamaan membumbung tinggi di Markas Koramil 1306-01/Palu Barat, menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama warga binaannya, Sabtu (13/6/2026).

 

Makoramil yang terletak di Jalan Bantilan, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, ini tampak dipadati oleh warga dari berbagai kalangan. Sorak-sorai dan yel-yel dukungan riuh rendah terdengar setiap kali jual-beli serangan terjadi di lapangan hijau.

 

Sertu Ramli mengatakan, kegiatan nobar ini sengaja diinisiasi oleh pihak Koramil bukan sekadar mencari hiburan, melainkan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

"Melalui momen Piala Dunia 2026 ini, kita ingin membangun kebersamaan yang cair dengan warga. Di sini tidak ada sekat, semua baur menjadi satu mendukung tim jagoannya masing-masing," ujar Sertu Ramli.

 

Suasana semakin hangat karena pihak Koramil telah menyediakan suguhan sederhana berupa kopi, teh hangat, serta rebusan singkong dan pisang untuk menemani warga begadang.

 

Salah seorang warga setempat, Ruslan (42), mengaku sangat mengapresiasi inisiatif dari Babinsa Koramil Palu Barat ini. Menurutnya, nobar di Makoramil terasa lebih aman, seru, dan ramah bagi warga.

 

"Luar biasa sekali Pak Babinsa. Biasanya kalau nonton di kafe kan harus bayar mahal, kalau di sini gratis, kopinya disediakan, dan yang paling penting suasananya sangat akrab. Berasa nonton di rumah sendiri tapi ramai-ramai," kata Ruslan sembari tersenyum.

 

Acara nonton bareng akbar ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keseruan hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan. TNI dan masyarakat di Palu Barat membuktikan bahwa sepak bola sukses menjadi pemersatu bangsa di tengah momentum pesta bola dunia.

12 Juni 2026

Kompak! Babinsa Koramil Parigi dan Warga Nambaru Rakit Besi Dudukan Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, bergotong-royong merakit besi untuk dudukan papan jembatan, Jumat (12/6/2026). Infrastruktur ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam pembuatan Jembatan Garuda di desa setempat.

 

Aksi kompak TNI dan warga ini menunjukkan kemanunggalan yang kuat dalam mempercepat pembangunan fasilitas umum di wilayah pelosok.

 

Babinsa menjelaskan bahwa rakitan besi ini berfungsi sebagai fondasi utama penahan dudukan papan yang akan menjadi lantai jembatan. Penguatan struktur ini sangat krusial agar jembatan memiliki daya tahan yang tinggi dan aman saat dilalui masyarakat.

 

"Hari ini kami bersama warga fokus merakit besi untuk dudukan papan jembatan. Ini adalah bagian penting dari pembangunan Jembatan Garuda, agar nanti saat papan dipasang, jalannya jembatan menjadi kokoh, stabil, dan aman untuk mobilitas warga sehari-hari," ujar Babinsa.

 

Babinsa juga menambahkan bahwa kehadiran Jembatan Garuda ini sudah sangat dinantikan oleh warga Desa Nambaru. Selama ini, akses transportasi yang terbatas kerap menjadi kendala bagi warga, terutama saat hendak mengangkut hasil bumi.

 

"Jika jembatan ini rampung, akses transportasi akan jauh lebih lancar. Kami berharap ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Nambaru dan sekitarnya, karena jalur distribusi barang dan hasil tani tidak lagi terhambat," tambahnya.

11 Juni 2026

Tak Kenal Lelah! Lihat Kompaknya Babinsa dan Warga Sidoan "Sulap" Dusun 3 Pakai Jembatan Aramco

  


Parimo - Babinsa Koramil 1306-09/Tinombo, Serma Yachin, bersama warga Desa Bondoyong bahu-membahu melaksanakan kerja bakti pembuatan jembatan Aramco. Aksi gotong royong ini difokuskan pada pemasangan pipa baja bergelombang (Aramco) dan proses pengecoran di Dusun 3, Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (11/6/2026).

 

Babinsa Serma Yachin bersama puluhan warga setempat sudah berkumpul di lokasi pembangunan. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka tampak kompak melansir material, meratakan campuran, hingga menyusun pipa Aramco sebelum akhirnya diperkuat dengan struktur pengecoran semen.

 

"Hari ini kami bersama warga Dusun 3 Desa Bondoyong mulai melakukan aksi nyata di lapangan. Pemasangan pipa Aramco dan pengecoran ini sangat penting agar struktur jembatan kuat dan bisa segera dilalui oleh kendaraan," ujarnya.

 

Pembangunan jembatan Aramco ini dinilai sangat krusial bagi masyarakat Sidoan, khususnya warga Desa Bondoyong. Selama ini, akses jalan di wilayah tersebut kerap terhambat, terutama saat musim penghujan karena kondisi infrastruktur seberang sungai yang kurang memadai.

 

Menurut Serma Yachin, kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar membantu fisik pembangunan, melainkan juga untuk menjaga dan membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

 

"Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai Babinsa untuk selalu hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat. Melalui jembatan ini, kita berharap akses transportasi semakin lancar, sehingga perekonomian warga Dusun 3 dan sekitarnya bisa ikut meningkat," tambahnya.

10 Juni 2026

Bahu-membahu Bangun Jembatan Garuda, Aksi Babinsa Koramil Parigi dan Warga Desa Nambaru Ini Bikin Salut!

 


PARIGI SELATAN  - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong-royong mempercepat pembangunan Jembatan Garuda yang terletak di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (10/6/2026).

 

Sinergi antara TNI dan masyarakat terlihat begitu erat. Mereka saling bahu-membahu menyelesaikan beberapa tahapan penting dalam pembangunan fasilitas penyeberangan tersebut.

 

Ada beberapa sasaran fisik yang digenjot hari ini, di antaranya: Pemotongan besi 19 yang akan digunakan sebagai hanger (gantungan struktur jembatan), Pengecatan anti-karat pada bagian pagar jembatan untuk menjaga ketahanan material dari korosi dan Pemasangan wiremesh (warmes) pada pagar jembatan guna memastikan faktor keamanan bagi warga yang melintas nantinya.

 

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan infrastruktur krusial yang sudah lama dinantikan oleh warga setempat.

 


"Hari ini kami fokus pada penguatan struktur dan pengamanan jembatan, mulai dari memotong besi ukuran 19 untuk hanger, mengecat anti-karat, hingga memasang wiremesh pada pagar jembatan. Semua dilakukan secara swadaya dan gotong-royong bersama warga," ujar Babinsa.

 

Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Garuda ini nantinya akan memperlancar mobilitas warga Desa Nambaru, baik untuk akses transportasi sehari-hari maupun untuk mengangkut hasil pertanian.

 

"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar tanpa kendala cuaca, sehingga bisa segera diresmikan dan digunakan oleh masyarakat. Gotong-royong seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Parigi Selatan tetap terjaga dengan kuat," pungkasnya.

 

Sementara itu, warga Desa Nambaru menyambut baik dan mengapresiasi pendampingan aktif dari personel Babinsa yang terus mengawal pembangunan jembatan dari awal hingga tahap finishing ini.

09 Juni 2026

The Real Manunggal! Potret Babinsa Tinombo Bahu-membahu Garap Jembatan Baru di Desa Bondoyong

 


Palu - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1306-09/Tinombo, Serma Yachin, bersama warga Desa Bondoyong bergerak cepat melakukan aksi gotong royong. Mereka mulai menggarap pembangunan jembatan Aramco di Dusun 3, Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (9/6/2026).

 

Pantauan di lokasi sejak Selasa pagi, personel TNI bersama puluhan warga setempat bahu-membahu menyiapkan material. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena merupakan jalur vital bagi mobilitas harian warga dan distribusi hasil pertanian.

 

"Hari ini kami bersama warga Dusun 3 Desa Bondoyong sudah mulai turun ke lapangan untuk pengerjaan awal jembatan Aramco. Ini adalah wujud sinergi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa," ujar Serma Yachin.

 


Serma Yachin menjelaskan, pemilihan material pipa baja bergelombang (Aramco) ini dinilai sangat tepat karena proses instalasinya yang relatif cepat dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap beban serta arus air.

 

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Bondoyong menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Babinsa yang memotivasi warga untuk aktif bergotong royong. Menurutnya, jembatan di Dusun 3 ini memang sudah lama membutuhkan perbaikan agar akses transportasi warga tidak terhambat, terutama saat musim penghujan.

 

"Kehadiran Pak Babinsa sangat membantu memacu semangat warga. Dengan gotong royong ini, kami optimis pembangunan jembatan Aramco bisa selesai tepat waktu sehingga aktivitas ekonomi dan transportasi warga kembali lancar," pungkasnya.

08 Juni 2026

Demi Akses Sekolah-Ekonomi, TNI dan Warga Parigi Selatan Kebut Rakit Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, bergerak cepat bergotong-royong merakit tiang besi dan memasang laberang Jembatan Garuda, Senin (8/6/2026). Aksi ngebut ini dilakukan demi mempercepat mobilitas warga setempat.

Tampak sinergi kuat antara TNI dan masyarakat. Dengan peralatan seadanya namun penuh semangat, mereka bahu-bahu merakit tali baja menjadi jembatan yang kokoh.

Babinsa menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan urat nadi penting bagi aktivitas harian warga Desa Nambaru.

"Hari ini kami fokus pada percepatan perakitan tiang besi dan pemasangan kabel laberang (tali baja penyeimbang). Ini krusial agar struktur jembatan stabil dan aman saat digunakan nanti," ujar Babinsa.

Lebih lanjut, Babinsa mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan ini sengaja dilakukan mengingat pentingnya akses jembatan tersebut bagi roda perekonomian dan akses anak-anak menuju sekolah. Selama ini, warga harus memutar jalan atau menghadapi risiko saat menyeberang jika kondisi air sungai sedang pasang.

07 Juni 2026

The Real Kemanunggalan! TNI dan Warga Parigi Moutong Gotong Royong Cor Jembatan Garuda

 


Parigi Moutong - Semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat kembali tersaji nyata di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Personel Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo bahu-membahu bersama warga Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, melaksanakan pengecoran pembangunan Jembatan Garuda, Minggu (7/6/2026).

Sejak pagi hari warga bersama anggota TNI sudah berkumpul di lokasi pembangunan. Tanpa canggung, personel Babinsa dan warga saling berbagi tugas—mulai dari mengangkut material pasir, semen, hingga melakukan pengecoran jembatan secara bergotong-royong.

Pembangunan Jembatan Garuda ini dinilai sangat vital bagi mobilitas warga setempat. Pasalnya, jembatan ini menjadi akses utama yang menghubungkan area perkebunan dan pemukiman, sekaligus menjadi urat nadi perekonomian warga Dusun 3 Tamo serta anak sekolah.

Babinsa menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar membantu tenaga, tetapi juga untuk memelihara budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

"Kegiatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami hadir untuk membantu mengatasi kesulitan warga, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur desa seperti Jembatan Garuda ini bisa berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat di Desa Baina'a Barat," ujar Babinsa.

Ia juga menambahkan, melalui aksi gotong royong seperti ini, hubungan emosional antara aparat teritorial dan warga akan semakin kuat dan harmonis.

06 Juni 2026

Bahu-membahu, Babinsa dan Warga Bondoyong Turun Bersihkan Sungai Dusun 3

 


Parigi Moutong - Aksi nyata dalam mengantisipasi bencana banjir dan menjaga kebersihan lingkungan diperlihatkan oleh jajaran TNI di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Babinsa Koramil 1306-09/Tinombo, Serma Yachin, turun langsung memimpin aksi kerja bakti membersihkan aliran sungai di Dusun 3, Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan gotong royong ini diikuti antusias oleh warga setempat. Dengan menggunakan alat seadanya seperti parang, cangkul, dan sekop, Babinsa bersama warga bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah, ranting pohon, dan sedimentasi lumpur yang menyumbat aliran sungai.

Babinsa Serma Yachin menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah terjadinya luapan air sungai, terlebih saat memasuki musim penghujan.

"Pembersihan sungai ini sangat penting untuk memastikan aliran air tetap lancar. Kalau tersumbat sampah atau ranting, potensinya bisa meluap dan menggenangi pemukiman warga di Dusun 3 ini," ujarnya

"Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke dalam sungai. Menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas aparat," tegas Serma Yachin.