Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

18 Juni 2026

Sambil Berpeluh Keringat, Babinsa di Parimo Bahu-membahu Bareng Warga Cor Jembatan Aramco

 


PARIGI MOUTONG - Aksi nyata kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Anggota Babinsa Koramil 1306-17/Sausu, Kopda Iwayan Ediyana, bahu-membahu bersama warga Desa Astina melaksanakan kerja bakti pengecoran dan penimbunan jembatan Aramco, Kamis (18/6/2026).

 

Sejak pagi hari, Kopda Iwayan Ediyana bersama puluhan warga tampak penuh semangat. Tanpa canggung, Sang Babinsa ikut mencangkul, mengangkut material, hingga menuangkan adonan semen ke area jembatan penghubung yang krusial bagi mobilitas warga setempat.

 

"Kegiatan gotong royong ini merupakan upaya kita bersama untuk mempercepat perbaikan infrastruktur desa. Jembatan Aramco ini punya fungsi penting untuk kelancaran transportasi dan urat nadi perekonomian warga di Desa Astina," ujar Kopda Iwayan Ediyana di sela-sela kegiatan.

 

Selain untuk mempercepat pembangunan fisik, Kopda Iwayan menyampaikan bahwa aksi turun ke lapangan ini menjadi momentum penting untuk menjaga kedekatan antara TNI dan masyarakat.

 


"Dengan bekerja bersama seperti ini, silaturahmi antara Babinsa dan warga ketat terjalin. Kerja berat pun terasa lebih ringan kalau dilakukan sama-sama. Kami (TNI) akan selalu siap hadir di tengah-midst kesulitan masyarakat," tambah Iwayan.

 

Sementara itu, warga Desa Astina menyambut baik kehadiran dan keaktifan Babinsa dalam pembangunan desa tersebut. Mereka mengaku lebih termotivasi untuk menyelesaikan pengecoran jembatan karena didampingi langsung oleh aparat teritorial.


Momen Keakraban Babinsa Koramil 10/Tomini Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga

 


Parigi Moutong - Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10/Tomini hadir dalam nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 bersama masyarakat. Warga tampak antusias menyaksikan laga sengit antara Portugal melawan Republik Demokratik (RD) Kongo.

 

Kegiatan nobar ini berlangsung di Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Suasana kebersamaan langsung terasa begitu peluit kick-off ditiup pada pukul 01.15 WITA.

 

Babinsa mengungkapkan, kegiatan nobar ini digelar bukan hanya sebagai ajang hiburan, melainkan sebagai sarana komunikasi sosial (komsos) untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

 

"Nobar Piala Dunia ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membaur dengan warga. Melalui kegiatan seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat dapat semakin kokoh, sekaligus kami bisa memantau langsung situasi kamtibmas di wilayah," ujarnya.

 

Meski pertandingan digelar pada dini hari, antusiasme pencinta sepak bola di Desa Ulatan tidak surut. Sedikitnya ada sekitar 50 orang warga yang hadir memadati lokasi nobar demi mendukung tim kesayangan mereka.

 

Sorak sorai penonton pecah saat jalannya pertandingan antara tim bertabur bintang Portugal melawan kekuatan Afrika, RD Kongo, berlangsung sengit. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga pun membuat suasana nobar menjadi lebih hangat, aman, dan tertib hingga laga usai.


Sambil Begadang, Puluhan Warga Sigi Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Babinsa Kulawi.

 


Kulawi - Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Kulawi hadir dalam kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama warga. Kegiatan ini berlangsung penuh keakraban di Desa Tongolowi, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

 

Acara nobar tersebut digelar pada Kamis (18/6/2026) dini hari mulai pukul 01.15 WITA. Puluhan warga tampak antusias berkumpul untuk menyaksikan jalannya pertandingan Portugal VS RD Kongo pesta sepak bola terakbar di dunia tersebut.

 

Babinsa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah binaan.

 

"Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin menciptakan suasana yang harmonis dan mempererat kedekatan antara Babinsa dengan masyarakat. Sambil menikmati pertandingan, kami juga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi," ujar Babinsa.

 

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada sekitar 50 orang warga Desa Tongolowi yang hadir memadati area nobar. Meski dilaksanakan pada dini hari, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Gelak tawa dan sorak sorai penonton sesekali pecah saat tim yang mereka dukung berhasil menciptakan peluang.

 

Selain sebagai sarana hiburan, kehadiran Babinsa di tengah-tengah kerumunan warga ini juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Kulawi tetap aman, damai, dan kondusif.

 

Warga setempat menyambut positif inisiatif dari Koramil 03/Kulawi ini. Mereka berharap kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan aparat TNI seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan ke depannya.


17 Juni 2026

Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, Aksi Cepat Babinsa Evakuasi Korban ke Puskesmas Sigi

 


Palu - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan (LS) dan 120,23 Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa tercatat berada di 10 kilometer, atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.

 

Pascagepa, aparat keamanan langsung turun ke lapangan untuk membantu warga yang terdampak. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1306-02/Biromaru bergerak cepat melakukan penanganan di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.

 

Babinsa bersama warga bergotong royong menyisir lokasi terdampak dan langsung mengevakuasi korban luka. Sejumlah warga yang membutuhkan penanganan medis segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

"Kami langsung turun ke lapangan setelah guncangan mereda untuk memastikan kondisi warga. Beberapa korban yang mengalami luka-luka langsung kami evakuasi ke Puskesmas Nokilalaki di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi," ujar Babinsa, Rabu (17/6/2026).

 

Pihak Babinsa juga menjelaskan bahwa saat ini situasi di lokasi berangsur-angsur kondusif, namun personel gabungan masih tetap bersiaga di lapangan. Selain membantu evakuasi korban, petugas juga fokus membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dan mengamankan jalur logistik.

 

Meskipun dinyatakan tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan Kabupaten Sigi, untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa bumi susulan. Warga juga diminta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan memastikan informasi hanya bersumber dari resmi BMKG.

 

Hingga berita ini diturunkan, pendataan terkait total kerugian materiil maupun korban jiwa masih terus dilakukan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait.


16 Juni 2026

Kejar Target, Babinsa Koramil Parigi Bahu-membahu bareng Warga Susun Papan Jembatan

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru bergotong royong mempercepat pembangunan jembatan di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6/2026).

 

Tidak mengenal hari libur personel TNI dan masyarakat setempat tampak bahu-membahu memasang tiang hanger, melakukan pengelasan rangka, hingga melanjutkan penyusunan papan yang nantinya akan menjadi badan jalan jembatan tersebut.

 

Babinsa menjelaskan bahwa akselerasi pengerjaan ini dilakukan agar akses transportasi warga desa bisa segera pulih dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

 

"Hari ini kami bersama warga fokus pada pemasangan tiang hanger dan pengelasan material besi. Selain itu, penyusunan papan untuk landasan jembatan juga terus dikebut agar target penyelesaian bisa tercapai tepat waktu," ujar Babinsa.

 


Ia menambahkan, kehadiran jembatan ini sangat vital bagi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga Desa Nambaru. Oleh karena itu, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus dipelihara demi mewujudkan infrastruktur yang layak.

 

Warga setempat pun menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran personel Babinsa yang terjun langsung ke lapangan, memberikan motivasi sekaligus tenaga dalam pembangunan fasilitas umum tersebut.


15 Juni 2026

Gerak Cepat! Babinsa dan Warga Timbun Tali Sling Jembatan Garuda Parigi Moutong

 


Parigi Moutong - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bersama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, bergerak cepat melakukan aksi gotong royong. Mereka bahu-membahu mempercepat proses penimbunan tali sling di titik A Jembatan Garuda pada Senin (15/6/2026).

Aksi taktis ini dilakukan guna memastikan infrastruktur jembatan tetap kokoh dan aman dilalui oleh masyarakat setempat, mengingat Jembatan Garuda merupakan salah satu akses vital di wilayah tersebut.

Babinsa menjelaskan bahwa percepatan penimbunan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada struktur penyangga jembatan.

"Kami bersama warga sengaja turun langsung hari ini untuk mempercepat penimbunan di area tali sling titik A. Langkah ini sangat penting agar daya ikat dan stabilitas jembatan tetap terjaga, terutama dalam mengantisipasi beban kendaraan yang melintas serta faktor cuaca," ujar Babinsa.

Sejak pagi hari puluhan warga bersama personel TNI tampak kompak mengangkut material tanah dan batu untuk menimbun bagian fondasi tali sling. Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat begitu terasa dalam kegiatan ini.

Babinsa menambahkan, selain untuk mengamankan fisik jembatan, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum di desa mereka.

"Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas warga Desa Nambaru. Jika tidak segera kita benahi bersama, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa dan pengerjaan bisa berjalan lebih cepat," tambahnya.

14 Juni 2026

Nyata! Kemanunggalan TNI-Rakyat di Parigi Moutong: Gotong Royong Angkut Batu untuk Jembatan

 


Parigi Moutong - Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali tersaji nyata di Kabupaten Parigi Moutong. Personel Babinsa Koramil 1308-09/Tinombo bersama warga Dusun 3 Tamo, Desa Baina'a Barat, kompak bergotong-royong mengumpulkan material batu kali demi mempercepat pembangunan Jembatan Garuda, Minggu (14/6/2026).

Menariknya, material batu yang digunakan tidak dibeli, melainkan memanfaatkan kekayaan alam yang sudah tersedia melimpah di sekitar lokasi. Pemanfaatan potensi lokal ini dinilai sangat efektif dalam memangkas waktu dan biaya pembangunan.

Puluhan warga bersama personel Babinsa tampak saling bahu-bahu mengangkut batu berukuran besar dari aliran sungai terdekat. Senyum dan tawa sesekali pecah di tengah peluh, memperlihatkan keakraban yang begitu erat antara aparat dan masyarakat.

Babinsa menyampaikan bahwa pengumpulan material batu ini merupakan langkah krusial untuk memperkokoh fondasi dalam Jembatan Garuda.

"Hari ini kita bersama warga Dusun 3 Tamo fokus mengumpulkan batu-batu alam yang ada di sekitar sini. Alam sudah menyediakannya, tugas kita adalah memanfaatkannya dengan gotong-royong agar pembangunan jembatan ini bisa berjalan lebih cepat," ujarnya.

Lebih lanjut, Babinsa menjelaskan bahwa penggunaan batu alam ini sudah melalui perhitungan agar struktur jembatan tetap kokoh dan tahan lama. Jembatan Garuda ini nantinya akan menjadi akses vital bagi mobilitas harian warga Desa Baina'a Barat.

"Dengan memanfaatkan material yang sudah disiapkan oleh alam, kita bisa efisiensi waktu tanpa mengurangi kualitas. Jembatan ini sangat dinantikan warga, jadi setiap hari sangat berharga untuk mempercepat realisasinya," tambah Babinsa.

13 Juni 2026

Babinsa Koramil Parigi Turun Tangan Bantu Warga Bangun Jembatan di Parigi Selatan

 


PARIGI MOUTONG - Personel Babinsa Koramil 1306-08/Parigi bergerak cepat membantu warga mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Bersama masyarakat Desa Nambaru, Babinsa bahu-membahu merakit besi untuk dudukan papan yang akan menjadi landasan utama jembatan baru, Sabtu (13/6/2026).

 

Proses perakitan besi jembatan yang terletak di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong ini dilakukan dengan penuh gotong royong. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena merupakan jalur vital bagi mobilitas dan perekonomian warga setempat.

 

Babinsa tutun langsung di lapangan menjelaskan bahwa percepatan ini dilakukan agar jembatan bisa segera digunakan oleh masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil bumi.

 

"Hari ini kita fokus pada perakitan besi untuk dudukan papan jalan jembatan. Kami kejar target agar proses pemasangan bantalan kayu nantinya bisa berjalan lancar tanpa kendala teknis," ujar sang Babinsa.

 

Ia menambahkan, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur desa ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan turun langsung, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan dan cepat selesai.

 

"Jembatan ini adalah urat nadi warga di sini. Kalau aksesnya bagus, ekonomi desa pasti berputar lebih cepat. Oleh karena itu, kami bersama warga berkomitmen menyelesaikan ini secepat mungkin dengan tetap menjaga kualitas bangunan," tuturnya.

Ketika Makoramil Palu Barat 'Disulap' Jadi Stadion Piala Dunia 2026 oleh Babinsa dan Warga

 


PALU - Semangat nasionalisme dan kebersamaan membumbung tinggi di Markas Koramil 1306-01/Palu Barat, menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama warga binaannya, Sabtu (13/6/2026).

 

Makoramil yang terletak di Jalan Bantilan, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, ini tampak dipadati oleh warga dari berbagai kalangan. Sorak-sorai dan yel-yel dukungan riuh rendah terdengar setiap kali jual-beli serangan terjadi di lapangan hijau.

 

Sertu Ramli mengatakan, kegiatan nobar ini sengaja diinisiasi oleh pihak Koramil bukan sekadar mencari hiburan, melainkan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

"Melalui momen Piala Dunia 2026 ini, kita ingin membangun kebersamaan yang cair dengan warga. Di sini tidak ada sekat, semua baur menjadi satu mendukung tim jagoannya masing-masing," ujar Sertu Ramli.

 

Suasana semakin hangat karena pihak Koramil telah menyediakan suguhan sederhana berupa kopi, teh hangat, serta rebusan singkong dan pisang untuk menemani warga begadang.

 

Salah seorang warga setempat, Ruslan (42), mengaku sangat mengapresiasi inisiatif dari Babinsa Koramil Palu Barat ini. Menurutnya, nobar di Makoramil terasa lebih aman, seru, dan ramah bagi warga.

 

"Luar biasa sekali Pak Babinsa. Biasanya kalau nonton di kafe kan harus bayar mahal, kalau di sini gratis, kopinya disediakan, dan yang paling penting suasananya sangat akrab. Berasa nonton di rumah sendiri tapi ramai-ramai," kata Ruslan sembari tersenyum.

 

Acara nonton bareng akbar ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keseruan hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan. TNI dan masyarakat di Palu Barat membuktikan bahwa sepak bola sukses menjadi pemersatu bangsa di tengah momentum pesta bola dunia.