Palu - Gempa
bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada
Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan
tsunami.
Berdasarkan
data resmi BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan (LS)
dan 120,23 Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa tercatat berada di 10 kilometer,
atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.
Pascagepa,
aparat keamanan langsung turun ke lapangan untuk membantu warga yang terdampak.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1306-02/Biromaru bergerak cepat
melakukan penanganan di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Babinsa
bersama warga bergotong royong menyisir lokasi terdampak dan langsung
mengevakuasi korban luka. Sejumlah warga yang membutuhkan penanganan medis
segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Kami
langsung turun ke lapangan setelah guncangan mereda untuk memastikan kondisi
warga. Beberapa korban yang mengalami luka-luka langsung kami evakuasi ke
Puskesmas Nokilalaki di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten
Sigi," ujar Babinsa, Rabu (17/6/2026).
Pihak
Babinsa juga menjelaskan bahwa saat ini situasi di lokasi berangsur-angsur
kondusif, namun personel gabungan masih tetap bersiaga di lapangan. Selain
membantu evakuasi korban, petugas juga fokus membersihkan puing-puing bangunan yang
roboh dan mengamankan jalur logistik.
Meskipun
dinyatakan tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat di wilayah
Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan Kabupaten Sigi, untuk tetap tenang
namun waspada terhadap potensi gempa bumi susulan. Warga juga diminta tidak
terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan memastikan informasi
hanya bersumber dari resmi BMKG.
Hingga
berita ini diturunkan, pendataan terkait total kerugian materiil maupun korban
jiwa masih terus dilakukan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait.








0 comments:
Posting Komentar